PERTANDINGAN OLAH RAGA HUT KEMERDEKAAN RI KE-74 TAHUN 2019

 

Screenshot 2019 06 19 at 17.44.09

INFORMASI PENDAFTARAN ONLINE

 

NEWS FLASH KBRI      FORMULIR VISA      FORMULIR LAPOR DIRI WNI     PETA KONTAK KBRI     GALERI PHOTO    GALERI VIDEO     PORTAL PEDULI WNI

BERANDA

Sabtu, 3 Agustus 2019

Umat Hindu Bali di Denmark Laksanakan Persembahyangan Hari Kuningan di KBRI Kopenhagen

1Bali1

Umat Hindu Bali yang tinggal di Denmark melaksanakan ritual persembahyangan untuk merayakan Hari Raya Kuningan di halaman KBRI Kopenhagen, Sabtu (3/8/2019).  Hari Raya Kuningan merupakan akhir dari rangkaian Hari Raya Galungan yang merupakan kemenangan atas Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kebatilan). Kuningan sendiri bermakna lebih kepada pengendalian dan intropeksi diri. Menurut ajaran Hindu Bali, Hari Kuningan adalah saat kembalinya para Hyang ke Kahyangan setelah berstana di bumi untuk memberikan aura suci sejak lima hari sebelum Hari Raya Galungan.

1Bali2

 

 

 

 

 

Ritual persembahyangan dilakukan dengan khidmat untuk menghantarkan para Hyang ke Kahyangan melalui Puja Bhakti dan dilakukan pagi hari sebagai waktu terbaik untuk menguatkan kebijaksanaan sebelum pukul 12 siang. Persembahyangan dipimpin oleh I Gede Widana, seorang tokoh masyarakat Hindu Bali di Denmark. ”Merayakan Galungan dan Kuningan di Denmark sangat unik karena tidak hanya diikuti oleh masyarakat Bali yang tinggal di Denmark, tetapi juga oleh warga Denmark yang merupakan friends of Indonesia. Acara ini kami tunggu-tunggu untuk melepaskan kerinduan akan kampung halaman karena walaupun tidak seramai di Bali, namun suasananya mirip seperti di Bali,” ujar I Gede Widana yang sudah menetap di Denmark selama 20 tahun.

1Bali3

Sebelum persembahyangan dimulai, para ibu melakukan Tari Rejang Renteng yang merupakan tarian sakral dan memberikan makna kepada semua orang yang ada di bumi untuk melepaskan ego pribadi.Galungan dan Kuningan adalah rangkaian hari raya besar umat Hindu Bali yang jatuh setiap 210 hari sekali menurut kalender Bali.

1Bali4

Menurutnya I Gede Widana, terdapat sekitar 60 keluarga dari Bali atau berketurunan Bali yang tinggal di Denmark. Sebagian besar dari mereka tergabung dalam perkumpulan masyarakat Bali di Denmark, Krama Bali Denmark, yang baru didirikan satu tahun yang lalu. Dengan didirikan Krama Bali Denmark diharapkan akan semakin memperkuat silaturahim masyarakat Bali yang tinggal di Denmark.

Hotline


hothot

Galeri Video

vid